Jengah dengan kesendirianku, jengah dengan semua pertanyaan-pertanyaan "kapn kamu punya pacar ?". Aku juga ingin merasakan kehangatan cinta seperti dulu lagi. Namun, entah trauma atau target yang terlalu tinggi yang membuat aku selalu mem-filter mereka yang mencoba masuk ke dalam hatiku.
Aku memang seorang pesakitan karena cinta. Lagi-lagi cinta yang membuat aku bimbang dan merasakan kegamangan hidup. Dalam hening hatiku selalu bertanya, "kapan aku mendapatkan apa yang aku inginkan....?". Tolong berhenti men-judge aku mencari seorang pendamping hidup yang sempurna. Aku sakit mendengar hal itu. Memangnya aku sesempurna apa, yang menginginkan seorang yang sempurna ? Yang aku inginkan, bukan menginginkan lagi...tapi aku butuhkan sosok Pria yang bisa melindungi aku, mencintai aku ( seperti harapan dia akan balasan cinta terhadapnya ), membimbing aku, merelakan sebagian waktunya untuk aku, dan dapat berbagi dalam segala hal. Apakah ini bisa disebut berharap kesempurnaan ????
Entah sampai kapan aku bertahan dalam keadaan begini. Inikah persimpangan jalanku ? Harus memilih antara yang ada, mencari, atau berhenti saja. Bimbang ini yang membuat mataku tak pernah bisa terpejam, merenung, berharap, dan berfikir.
Usia 21 yang akan jadi tolak ukurnya. Bila aku belum mendapatkan apa yang aku inginkan, mungkin pilihan yang ada atau berhenti yang akan kupilih.
^_^poWtreE_wiTh Luv




0 komentar:
Posting Komentar