

Kau berjalan dengan angkuh, seperti tak ada kehidupan lain, selain dirimu
Kau menatap lurus, layaknya garis yang membelah bumi menjadi dua
Tak pernah sedikitpun kumelihat kau bercanda atau menoleh menatap sekitar, tapi dirimu memiliki jutaan syaraf yang mampu menghentikan langkahmu saat orang lain melintas atau kau tak menemukan jalan lagi
Aku heran....
Setiap sorot matamu yang kupandangi selalu kosong tanpa nyawa
Seolah kau robot mekanik yang digerakkan oleh mesin
Tapi alangkah bodohnya bila aku menganggapmu robot, padahal aku tau kau masih memiliki jantung yang masih berdenyut dan kau masih menghembuskan nafas lirih yang tak mampu kudengar
Ingin rasanya aku menjadi angin sepoi, yang mampu membuatmu merasakan kesejukan dan tersenyum
Tak disangka kau tetap diam
Bahkan senyuman sinis yang dapat menyanjung monalisa pun, tak kau berikan
Aku berubah fikiran, aku ingin jadi angin yang mampu menggoyang daun-daun rimbun hingga timbul suara gemerisik angin agar kau menoleh
atau setidaknya, menyadari angin itu ada
dan apa yang kulihat.........
kau tanpa ekspresi
Aku mulai resah
Kini aku berubah menjadi angin bulan Desember, yang mampu membuat semua orang memakai jaketnya
Aku membayangkan kau akan melipat tangan sambil menggerutu
Aku segera mewujudkan anganku
Tapi.....Kau diam
Sadis
Aku semakin risau memikirkan mu,
tapi aku akan terus mencoba
Kini aku menjadi angin yang sanggup menerbangkan debu-debu liar dan sampah-sampah ke mukamu, agar kau dapat memakiku
Namun, kau mungkin sudah mati
Jasad mu tak bergerak sedikitpun
Tidak!Jangan!Kau jangan mati dulu
Aku belum mengenalmuu
Aku belum sanggup membuatmu merasakan kehadiran ku
Tapi aku sudah lelah....dan kau semakin nyata seperti robot
Sayang....aku tak punya control panel atau remote untuk mengatur gerakmu
Kau semakin sulit dijangkau
Hhhh.....rasanya aku ingin mundur dari target ku semula
Namun.....tak disangka-sangka kebisuan mu malah membuatku bangkit, seperti sihir yang mampu men-charge sumber energiku
Mungkin bukan pilihan mundur yang harus kuambil, tapi aku harus menurunkan level targetku
Dari "menggerakkan mu" menjadi "membuatmu merasa"
Ya...kini kuakui, kau memang mesin bernyawa yang diciptakan oleh ilmuwan Maha Hebat
hingga kau tak akan bergerak sedikitpun, walau alam memaksamu, kecuali atas kehendakmu sendiri
Dulu aku begitu ingin membuatmu bergerak atau berucap, agar kau merasakan hadirku
Sekarang aku sadar, aku tak mampu menguasai ragamu
Meskipun mungkin aku tau, kau memang tak bergeming,
Tapi kau tersenyum dalam hati
Aku adalah Angin mu
Label:
Street Love
- Rabu, 21 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar