Masihkah Ada Cinta Esok Pagi


Aku yang mulai
Aku juga yang mengakhiri

Hanya kata itu yang terlintas dibenakku, percuma saja perjuangan kesabaranku selama ini. Tidak butuh waktu yang panjang untuk merusaknya. 1 menit untuk selamanya! Dan menangis juga bukan jalan keluar dari persoalan ini. Merasakan kepergianmu memang sakit sekali. Kalau boleh aku minta, aku hanya ingin sedikit waktu ku kembali, agar aku bisa memanfaatkan waktu kemarin bersamamu.

Aku hanya butuh waktu untuk belajar menghargai perasaan orang lain, walaupun tak jarang juga dia melukai perasaan ku. Kehilanganmu bukanlah kehilangan cintaku untukmu dan ceritaku bersamamu. Kehilanganmu adalah sebuah proses pembelajaran hidup.

Barangkali kita harus menyadarkan diri untuk tidak menyesal, perjalanan hidup masih panjang. Esok pagi masih datang dengan sejuta harapan dan rintangan. Walaupun berat untuk mengatakan tapi, bukankan hidup terlalu sempit jika diisi dengan penyesalan dan tumpahan air mata. Ingat, rencana kita bukanlah rencana Tuhan.

0 komentar:



Posting Komentar