Lalu.....

Apa yang ada difikirmu? Tak pernah terbayangkan dalam benakku, keadaan yang begitu membuatku tersentak. Entah iblis apa yang telah merasuki dirimu, begitu mudahnya kau menyakiti Kami yang selalu setia berada disisimu, disaat senang maupun duka. Sakit sekali mengingatnya, untuk apa rasa sayang yang tlah kuberikan selama ini jika kau tak pernah menyayangi Kami dengan tulus. Aku menyesal pernah membelamu dihadapan semua orang. Pernah menjadikanmu seorang tak bersalah sehingga aku menjadi seorang yang kurang ajar bagi mereka.

Belum pernah aku merasakan sesakit ini. Bukan ragaku, tapi jiwaku! Sampai melepuhpun aku tak apa, asal jangan pernah sakiti orang yang paling aku sayang. Bahkan aku sudah melupakan kejadian itu, tapi melihat Ibuku menangis itu membuat aku tak kan pernah bisa memaafkanmu. Kau boleh menyakiti aku sesuka hatimu. Kau boleh membela "Adik Tercantik"mu sesuka hatimu. Kau boleh memintaku melakukan apa saja. Tapi jangan lakukan itu dihadapan Ibuku. Itu membuatnya semakin terluka.

Dan apa yang kau lakukan kemarin merupaka tamparan keras bagiku. Mataku semakin terbuka, Yang Kuasa telah menunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Benar-benar sakit melihatmu membentak Ibuku. Jujur, kalau kau bukan Bapakku, mungkin sudah kutampar dan kutendang kau.

Aku bingung! Kau Bapakku, tapi begitu jahatnya terhadap anak dan istrimu. Baru pertama kali kau lakukan ini, mengapa hanya untuk Iblis itu kau tega membuat anak istrimu terluka.

Apa yang akan terjadi nanti dengan keluargaku? Aku juga tak ingin kedua orang tuaku berpisah. Semoga kau bisa berfikir dengan hati, dan dapat menyikapi semuanya dengan penuh kesadarn dan tanggung jawab. Aku hanya bisa berharap yang terbaik. Karena aku tak bisa menentang kehendak Yang Maha Kuasa...

0 komentar:



Posting Komentar