Luka Yang Telah Hilang


Aku lelah menangis. Aku tak mau menangis lagi untuk hidup yang selalu mempermainkanku. Yang selalu membawa aku pada arus alam yang gamang. Kini air mataku telah habis, hati yang rapuh pun juga sudah tak pernah rasakan luka, mungkin karena siksaan dunia yang membuat aku kebal terhadap luka.

Aku hanyalah perempuan rapuh, yang selalu mengeluh pada guncangan agin topan alam. Namun, aku tak pernah bisa mengakui kerapuhanku pada mereka yang selalu peduli dan setia menemani setiap jengkal langkah hidupku. Dalam bentuk apapun itu. Terimakasih, untuk kasih sayang yang telah kalian berikan.

Alam...Berikan aku semangat untuk tetap mengikuti arusmu
Angin...Berikan aku untuk kesejukan hidup
Hujan...Berikan kedamaian yang membuat hatiku tenang
Aku janji untuk tak mengeluh pada terpaan angin dan guncangan bumi seperti apapun. Karena hidupku hanyalah milikmu.





0 komentar:



Posting Komentar